Kamis, 19 November 2009

Bersabar Dalam Proses


Ketika di pandang dari kejauhan sebuah gunung tampak elok rupawan... Ketika di lihat dari dekat dan di datangi kesempurnaan itu sirna. Begitulah terkadang suatu tujuan yang di haraokan idah ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang di harapkan. Akan sangat kecewa kalau Qita sepenuhnya berharap dengan hasil akhir.
Untuk itu menikmati tiap liku,curam yang menghadang untuk menggapai tujuan akan lebih bermakna. Pada akhirnya ketika sudah sampai di puncak liku-liku tadi akan terlihat indah menakjubkan. dan akan dirindui tuk di ulangi. itulah Panorama terindah. "Tetes butir air hujan menghmpaskan debu liar... Tetes demi tetes hingga sluruh permukaan terbasuhkan... Jangan terburu buru walau tdak harus leha-leha... Nikmatilah tiap butir proses khidupan mnuju sukses"

Rabu, 18 November 2009

Setiap Pertandingan Adalah Final


Kejarlah Duniamu seakan kau akan hidup Selamanya...
Kejarlah akhiratmu seakan kau akan binasa esok hari...
Kita tidak pernah tau apa yang sebenarnyah akan terjadi esok hari, untuk itu apa yang kita hadapi hari ini hendaknyah sungguh-sungguh d jalani dengan sepenuh hati...
Ada sepenggal kisah yang patut untuk jdi bahan perenungan.....walaupunbukan sesuatu yang baru..tpi kutuliskan kembali sebagai pengingat untuk diri yang sering lupa..

Di kisahkan ada seorang tukang kayu tua yang bekerja di perusahaan real etate yang merasa sudah lelah dengan pekerjaannya. Maka tibalah ia pada keputusan untuk berhenti dari pekerjaannya, dan pensiun untuk menikmati hidupnya.Walaupun dengannya ia akan kehilangan penghasilan,tapi ia sudah bulat bertekad tuk berhenti dan memanfaatkan sisa hidupnya tuk berkumpul dengan keluarganya. maka d sampaikanlah keinginannya pada bosnya... Semula si bos merasa keberatan dengan permohonan pegawai terbaiknya itu.. Tapi karena si tukang kayu tua memaksa, akhirnya di kabulkanlah keinginannya dengan satu syarat... Si tukang kayu harus menyelesaikan satu rumah lagi.
maka di setujuilah persyaratan itu oleh si tukang kayu... Dan mulailah ia mengerjakan pekerjaan terakhir dalam karirnya. Karena sejak awal dia sudah berkeinginan untuk berhenti, pekerjaannya kali ini ia kerjakan dengan setengah hati,dan tentu ini berakibat pada kualitas hasil pekrjaannyah. Walau akhirnya selesai tpi jauh dari sempurna rumah yang ia kerjakan. Dan setelah selesai ia Serahkan hasil pekerjaanya itu pada sang Bos.. S Bos tidak menerima rumah itu, Tapi malah menghadiahkan rumah itu buat si tukang kayu sebagai apresiasi akan pengabdiannya selama bekerja dengannya... Si Tukang kayu terkejut, malu dan menyesal atas apa yang ia telah berikan untuk karya terakhirnya. andai ia tahu kalo rumah itu akan di hadiahkan padanya tentu ia akan dengan sungguh-sungguh menggarap pekrjaannya itu..akan di bikinkan rumah terbai dari yang terbaik yang pernah ia buat. tapi apa daya semuanya telah usai.. dan Sesal memang tempatnya selalu di belakang...

Jumat, 06 November 2009